Up | Down

 

Masichang

Masichang
Oderint Dum Metuant

Era Layar dan daya tangkap anak

~ ~
Tak bisa dipungkiri jaman ini adalah jaman anak anak kita. Bukan lagi jaman para orang tua. Setiap jaman berganti penerusnyalah yang akan mengisi dan menikmatinya. Dan perkembangan daya pikir, daya tangkap, reaksi dan penalaran setiap generasi akan terus semakin sempurna.

Lihat anak-anak kita, Romiz bungsu saya diumurnya yang belum genap 2 tahun sudah mampu memencet HP menemukan kontak dan kemudian memencet tombol dial. Perhatikan anak-anak tetangga kita, suatu hari si ghifar anak tetangga main dirumah, umurnya pun belum genap 5 tahun, dengan gaya belajar anak jaman ini dia tidak asing lagi dengan namanya komputer, dipencetnya tombol start, tekan enter ketika masuk window dan mencari game kesukaannya. Memasang joystick dan selang beberapa menit sudah asyik dengan komputernya.

Anak jaman sekarang jangan samakan dengan kita dulu yang puas dengan hanya dibekali gundu dan ketapel. HP, komputer, Playstation, X-Box, Nintendo, Televisi, Video player hingga Internet bukanlah hal asing bagi mereka. Bahkan operasional pemakaiannya pun sudah tak canggung bagi mereka.

Era layar dan komunikasi yang berkembang sangat pesatnya seperti sekarang ini bukan tidak mungkin dibarengi dengan berkembangnya hal negatif yang menyertainya. Bagi anak-anak jaman sekarang yang sudah terlanjur dekat dengan teknologi tersebut, hal negatif itu jarang mereka sadari. Bahaya negatif yang kemudian akan berubah menjadi laten dan tertanam permanen dalam memory dan ingatan mereka adalah faktor paling dominan dalam kehancuran mental dan psikis generasi berikutnya.

Kalau generasi kita tanpa pendamping dan arahan menghadapi era layar dan komunikasi ini dengan acuhnya apa yang terjadi? Lihat DVD/VCD porno yang telah beredar luas, bahkan dengan 3.000 perak seorang anak sd kelas 1 sudah bisa mendapatkannya? Ternyata dibeberapa game Playstation yang ada dipasaran ada adegan mesum yang sebenarnya bukan konsumsi anak-anak. Lihat dikomik yang banyak beredar dipasaran, hentai jepang yang menipu padahal muatan didalamnya penuh dengan kekerasan dan seksualitas. Bahkan akses tuk mendapatkannya sangatlah mudah, bahkan harga pun bukan kendala tuk mengkonsumsinya. Apalah jadi generasi yang hidup pada jaman yang vulgar dan gagap iman dan takwa? Ditambah media yang menjadi fasilitas mereka adalah jembatan tanpa timbangan yang melancarkan segala cara tuk mengaksesnya.

Orang tua? Lingkungan? Media? Persentase mereka menjadi melambung sangat pesat dalam hal pendidikan anak ini. Namun apa yang terjadi?

Para orang tua sibuk menumpuk harta sebagai dalih menyejahterakan keluarga, padahal tanpa mereka sadari orang tahu stereotype seperti itu malah menjadi batu loncatan bagi hancurnya akhlak generasi selanjutnya. Mereka lupa perhatian dan bimbingan adalah faktor utama dalam mendidik moral dan iman generasinya.

Lingkungan sangatlah menunjang dalam pendidikan spiritual maupun sosial dalam memahat pribadi generasi pilihan, lingkungan bersih akan menciptakan generasi unggul dengan intelektual tinggi dan spiritual kejiwaan yang tahan banting. Lingkungan yang kotor jangan harap akan menghadirkan sosok pemikir jitu dan seorang pengkhotbah Masjid. Ada yang pernah berkata
” lingkungan akan menciptakan habitatnya sendiri, dan interaksi antar individu dalam lingkungan itulah pembentuknya.”
jadi pribadi yang bersih walau dengan segala dalih bahwa dia bersih namun bila hidup dan berbaur dalam lingkungan yang kotor lambat laun akan ikut kotor.

Terakhir media, sejak reformasi dihembuskan media menjadi seperti hutan rimba tanpa raja, yang ada adalah hukum rimba. Siapa berkuasa dialah pemenang, siapa paling kuat dialah pemangsa, siapa paling dominan dialah mata rantai tertinggi, siapa bisa memonopoli dialah penentu kebijakan. Dan tak bisa dipungkiri kitalah korbannya. Konsumen lah alatnya, bagaimana didikan kita menjadi mlempem ketika anak-anak menghadapi media. Kekerasan. Seksualitas, pergaulan bebas, trend hidup barat. Semua malah menjauhkan anak-anak kita dari jati diri mereka. Krisis percaya diri bermula dari brainwash media. Kekerasan berawal dari hipnotis media. Bagaimana banyak terjadi pembangkangan budaya berawal dari tontonan yang menjebak fikiran generasi kita.

Orang tua seperti apa kita?
Lingkungan seperti apa yang kita suguhkan kepada anak-anak kita?
Media seperti apa yang menjadi bacaan dan tontonan anak-anak kita?

Hanya anda yang bisa menjawabnya.



Selengkapnya ...

Sejarah 'kata' (oretan tengah malam)

~ ~
Segalanya bermula dari kata, tulis seorang penyair. ”kita percaya pada Tuhan pun karena kata-kata.” begitu selanjutnya. Memang, barangkali ada benarnya, jika dikatakan bahwa “kata” merupakan awal dari setiap gerak manusia. Orang sering menyebut ”kata” sebagai abstraksi dari kenyataan gerak yang diragakan oleh makhluk manusia. Dengan ”kata”, bisa dilakukan komunikasi, diketahui pikiran orang perorang, disingkap makna-makna yang implisit dan eksplisit, serta simbol komunikasi lainnya.

Kata adalah bunga atau hasil yang dimampatkan oleh lidah dalam makna dan arti. Wujud konkrit dari gugusan ide yang ada dikepala. Kalau ada seoarang anak yang belum genap 5 tahun ketika mengutarakan keinginannya, akan berusaha sebisa mungkin memakai kata-kata, meski dengan terbata-bata. Dipasar orang tawar-menawar harga, dimasjid khotib sedang menyampaikan khotbah. Disekolah guru mengajar, semua menjadi mungkin dengan ”kata”

Lemparkan sebuah kerikil diluasnya danau, niscaya gelombang akan terjadi. Mempengaruhi tenangnya danau dengan riak yang melingkar semakin lama semakin menjauh dan kemudian menghilang. Namun yang perlu diingat danau yang memiliki kehidupan didalamnya adalah danau yang selalu dihiasi dengan riak. Begitupun kata, sampaikan kata yang keluar dari dalam hati dengan simpati, maka keberadaan pemilik akan dinanti.

Himpunan waktu dan hidup ini selaras dengan jumlah kata yang pernah dikeluarkan, peradaban dan sejarah terukir melalui kata yang diimplementasikan dalam tulisan. Kata bagaikan anak sungai yang sedang menuju hilir, mengalir bersama dengan muatan-muatan yang ada didalamnya.

Maka camkanlah peradaban manusia terukir diatas setiap kata yang keluar dari lidah, berhati-hatilah dengan kata!



Selengkapnya ...

In the name of love

~ ~
Hari Rabu siang adindaku yang kata ibu dulu kayak arimbi baru mentas dari kali, ngirimin sebuag sms singkat, lah piye tho sms ya mesti singkat kok ya ada sms singkat? Maksudnya itu kalau biasanya sms dari istri puanjang-puanjang, sejak tak godaian dia ngga pernah romantis. Malah balesannya ngirim sms yang intinya cuman secuil bisa sepanjang sungai. Nah kali ini ngga biasanya sms nya suingkat padat jelas dan bikin berbunga-bunga. Gimana ngga isinya ”mas, tak beliin Ketika Cinta Bertasbih 2 dibaca ya?”. wah girangnya ngga ketulungan sampai-sampai pingin cepet pulang padahal jam dinding baru saja berdetak 2 kali.

4 hari lagi libur, membuat setiap sendi ini menjadi malas tuk bergerak, namun tak kubiarkan itu terjadi dalam 4 hari harus kususun agenda tuk mengisinya dengan sesuatu yang bermanfaat paling ngga untuk lebih menyenangkan keluargaku. Kumulai dengan hari pertama, dapur tempat cucian dan atap belakang harus butuh diperhatikan. Jadilah 1 hari penuh di hari kamis mbenerin atap belakang yang hanya terbuat dari asbes dan diselingi terpal panjang karena memang masih belum sanggup menjadikannya plafon dan genteng. Lah mau gimana lagi namun masih syukur tembok yang mengelilinginya tinggi jadi si arimbi mau nekat buka jilbab dibelakang juga ndak akan kelihatan dari luar.

Hari pertama libur atap beres, sama dapur yang kelihatan berantakan tak rapikan, membuat longgar ruangan yang kelihatan sempit, selonggar senyum indah di bibir istriku. Ashar sudah terdengar sempatin dulu ngadep yang punya waktu dan yang ngasih kesempatan hidup. Jam 4 kopi anget udah tersedia, fidza udah minta diajakin jalan-jalan sore, ya sekalian bundanya to buat pemberat boncengan belakang agar bila kena lubang ndak mendal-mendal. Ya kalau gitu sekalian romiznya, biar jangkep depan 2 belakang 2. jalan-jalan sore udah jadi kebiasaan fidza. Makanya tiap sore menjelang dia akan minta diajak keliling komplek dan belakang bukit. Memang komplek rumah ada disekitar perbukitan. Dulu katanya disini masih hutan dan bukitnya masih banyak pohon besar, namun kini sudah banyak perumahan namun tanpa merubah kontur tanah yang masih berbukit dan banyak pohon pelindungnya. Jadi kelihatan masih asri dan hijau. Hari pertama libur ini kudapat makna cinta dalam 2 versi,

pertama cinta akan berbunga ketika kukorbankan segenap tenaga dan pikiran tuk membuatnya tetap harum dalam setiap sruputan kopiku.


Dan kedua cinta itu seperti angin yang menerpa wajahku ketika putri kecilku duduk dipangkuanku dan istriku menggelayut mesra dibelakangku diatas motor bututku sambil bercanda ria.


Karena keringat terforsir seharian, yang biasanya hanya duduk tenang dikantor yang kerja cuman otak sama jari. Hari ini sekalian olah raga yang kerja seluruh badan otak dan okol dipakai, dan hasilnya dapur belakang jadi lebih teduh dan lebih longgar.

Hari Jumat menjelang matahari agak mendung, dan tak disangka memang hujan akan turun, namun hanya gerimis. Hujan tapi masih ada panas. Jadinya suasana gerah karena hawa lembab. Dan agenda hari Jum`at seperti telah disepakati adalah gardening, weh ini salah satu kegiatan favorut keluarga dalam mengisi liburan.

Hampir seluruhnya kotor dengan tanah dan lumpur kalau hari berkebun telah dicanangkan. Mungkin hanya romiz yang masih 3 bulan yang ngga ikutan. Alangkah senangnya fidza bermain dengan lumpur dan air, malah ikutan hujan-hujanan. Dimulai dengan membersihkan jalur air didepan pagar disamping kiri kanan jalan didepan rumah kami. Rumput dan bebatuan kami singkirkan. Kami ganti dengan tanaman pot yang selama ini kurang terawat yang ada didalam pagar. Halaman paling depan luar pagar depan rumah kami tak urung berubah menjadi sejuk dan rindang. Ketika kami ganti dengan pohon sawo kecik, jambu klutuk dan matoa. Nah ini buah matoa ini yang jarang orang tahu makanya tak tanem didepan biar nanti kalau berbuah semua orang bisa merasakan legitnya. Dan taman utama kami yang tepat didepan kamar utama yang menjadi sudut favorit saya dalam membaca.

Duduk didalam jendela, menghadap taman yang hijau. Wah bisa lupa makan lupa tidur. Taman itu saya sulap menjadi seperti taman gantung babilonia. Lah emang saya pernah liat apa ya? Dibagian tanahnya tak bersihin hingga ke akar-akar tanaman kemudian telpon teman yang punya usaha nursery, dan minta kirimin rumput manila. Dan tak berapa lama dengan transaksi pertemanan rumput manila telah terpasang rapi di setiap penjuru taman yang masih terlihat tanahnya. Kini telah tertutup rumput kerdil itu. Di 3 sudutnya saya bangun semacam 3 pasak sebesar pohon kelapa dewasa. Untuk naruh 3 buah bonsai adenium yang telah matang dan siap dipajang didalam pot keramik berukir bunga. Berwarna tembaga pesanan istri.

Ketika melihat ada bambu teronggok dipojokan rumah otak berpikir bagusnya buat apa ya? Tak menunggu lama istri terinspirasi dengan pohon anggur yang mulai besar di pojokan rumah. Jadilah kubuat bambu itu sebagai rumah-rumahan kecil tempat anggur-anggur itu merambat disamping juga untuk pegangan tanaman serai merah untuk merambat juga. Akhirnya hari jum`at selesai sudah menjelang akan dimulainya shalat jum`at di masjid terdekat. Bergegas untuk segera menunaikan amalan wajib itu.

Hari ini Jum`at diawal tahun yang baru cinta kudefinisikan seperti lumpur coklat,kotor, lekat, susah lunturn
ya.

Hari ke-3 dalam libur ini kuterbangun ketika fajar masih menyingsing setelah shalat subuh dan beberapa lembar mushaf kubaca, aku bingung akan kuisi apa hari ini. Setelah sekian lama berpikir dan mencari kesibukan tetap tak kutemukan jawaban, hingga jam 10 ketika matahari sudah berada beberapa tonggak diatas kepala tetap saja otak ini masih kosong dan yang bisa kulakukan adalah bermalas ria bersama istri yang telah selesai tugas dapurnya, dan juga bersama fidza dan romiz hingga adzan dhuhur yang kami lakukan hanya bercanda sambil sesekali menghidupkan TV dan mendengarkan musik menghilangkan kejenuhan. Tiada yang menarik tuk dilakukan. Dalam hal ini kami sepakat belanja dan menghabiskan waktu di mall bukanlah jalan terbaik, maka kami habiskan hari itu dalam kemanjaan canda tawa dan cumbuan bersama.
Di hari ke-3 itu kudapat makna cinta dari ucapan istri.

Hari ini membosankan, itu-itu saja. Namun walau semua terasa hambar tetap rasa itu masih menyelingi di setiap senyum dan tawa kita. Makna cinta hari ini adalah cinta itu membosankan malah terkadang menjemukan dan seperti kita terjebak didalam sebuah ruangan tanpa pintu dan tanpa jendela.


Dimalam hari ke-3 baru teringat buku yang dibelikan arimbiku ini. Ketika Cinta Bertasbih 2 karangan kang Abik yang terkenal itu. Jadi untuk hari ini saya ijin ke istri untuk minta waktu menghabiskan 1 buku itu. Syukur Alhamdulillah istri mengijinkan dan memberikan saya waktu sampai selesai buku itu. Mungkin ini yang disebut ummi di DSH forum dulu dengan ME TIME ya? Jadi ya selama saya baca novel pembangun jiwa itu memang benar-benar pembangun jiwa, selain jalan ceritanya yang menarik dan mempermainkan emosi si pembaca juga ada banyak nasehat dan petuah yang tertuang didalamnya.

Seperti petuah terakhir yang disampaikan khairul azzam di pengajian mengupas kitab jalalainnya. Yang memberikan definisi malas akibat dan dampak yang ditimbulkan dari malas. Yang membuat diri ini terlecut tuk segera berubah. Namun ada yang membuat saya agak kurang sreg dengan karya kang abik bagian buku ini. Yaitu Ketika Cinta Bertasbih 2 sepertinya kesannya Kang Abik hanya ingin menyelesaikan novel sambungan yang pertama, Emosi yang terlibat dalam membacanya hanya terasa di separuh bagian pertama, di separuh bagian kedua saya seperti membaca artikel koran, seperti tidak pakai emosi lagi. Padahal dibagian itu ada kejadian ketika ibu azzam meninggal dunia karena kecelakaan.

Peristiwa meninggalnya seorang ibu bagi pembaca yang pernah kehilangan seorang ibu adalah bagian yang akan mencampur adukkan emosi pembaca dengan pengalaman pribadi pembaca ketika emosi itu dibangkitkan kembali melalui tulisan. Namun di bagian itu saya hanya seperti membaca koran harian. Tidak ada emosi didalamnya, padahal juga saya pernah kehilangan seorang ibu.

Saya jadi kurang memahami permainan emosi yang biasanya ada dalam setiap karya Kang Abik. Sepertinya Kang Abik hanya berusaha menunaikan janjinya pada pembaca tuk menyelesaikan novelnya atau Kang Abik sudah kehilangan sumber inspirasi dibagian terakhir novelnya. Sehingga tak bisa lagi membuat si pembaca terhanyut dalam suasana jalan ceritanya.

Namun sekurang apa karya manusia tetaplah tidak akan pernah menjadi sempurna, karena kesempurnaan adalah selendang Allah, bukanlah hamba yang hina dina. Tetap ucapan terima kasih terucap untuk Kang Abik yang telah memberikan embun dalan gersangnya sastra di indonesia. Memberikan penyejuk didalam hati yang meranggas ini. Tepat jam 4 sore 1 buku telah terselesaikan.tepatnya jam 4 sore hari ke -4. jadi ya novel itu kuselesaikan dalam 2 hari. Disamping ditunda tuk acara shalat dan meladeni sikecil bermain dan bobo. Dan me time ku telah kuminta pada istriku yang menjadikan diri ini sedikit bersalah karena meminta waktu yang mendeskripsikan diri ini begitu egois. Walaupun saya seorang kepala rumah tangga namun sisi egois itu kadang muncul begitu hebatnya. Meminta bagian lebih untuk dipenuhi.

Dari di hari terakhir itu kudapati makna cinta adalah sisi egois manusia dalam menenuhi waktu pribadinya tuk bercengkerama dengan rasa yang timbul didalam hatinya.


Apakah makna cinta itu sudah sempurna kutemukan dalam 4 hari liburanku bersama keluargaku? Tidak cinta masih banyak bentuk dan rupanya, sehingga bila didefinisikan akan memenuhi telaga dengan cinta. Sangat banyak hingga bila seluruh hidup ini dibuat liburan tak akan cukup tuk mendefiniskan makna cinta. Dan hanya cinta Hakiki yang akan membawa kebahagiaan tiada tara tanpa luka dan duka. Hanya cinta dengan sebab yang sejati yang akan membawa cinta sejati.

-liburan menyenangkan itu lewat sudah-
-memory awal tahun-
-kusadari betapa banyak makna cinta bila harus kuterjemahkan dalam sebuah kalimat-




Selengkapnya ...

bukan hanya urusan perut

~ ~
Seorang juragan angkot barusaja menambah 2 armada angkotnya, sepertinya bisnis transportasi akhir-akhir ini semakin menjanjikan. Dipililah 2 orang sopir yang telah diseleksinya sebelumnya tentang kejujurannya, kesabarannya, kehati-hatiannya dan kesembronoannya. Setidaknya juragan angkot itu berniat memberikan service yang memuaskan bagi calon penumpangnya.

Karena usaha angkotnya hanya memiliki satu buah ijin trayek maka seluruh armadanya berjalan di jalur trayek yang sama begitupun 2 armada terbarunya. Sejurus kemudian mulailah 2 armada beserta 2 sopir pilihannya itu berjalan dimulai pada jam yang sama persis dan jalur trayek yang sama persis juga, tentu dengan fasilitas yang sama persis yang dimiliki 2 unit mobil angkot itu.

Dari jam ke jam 2 angkot itu sudah bolak-balok jalur trayek itu dengan jumlah yang sama. Sang juragan menetapkan jam berakhirnya mencari penumpang di pukul 5. Sang juragan ingin memeriksa dan mengecek kemampuan angkota barunya dan penghasilan yang bisa didapat dengan penambahan 2 armada baru itu. Tentu dengan 2 sopir pilihan yang memiliki karakter hampir sama.

Setelah 2 armada itu menyelesaikan satu hari dan si juragan menghitung penghasilan yang didapat ternyata si juragan menemukan hal yang berbeda. Armada satu memiliki penghasilan yang lebih besar dari armada satunya. Dengan sopir yang berbeda namun dengan jalur yang sama panjangnya dan fasilitas yang sama besarnya memberikan hasil yang berbeda. Si juragan berpikir keras apakah ada yang salah dengan salah satu armadanya? Atau ada yang salah dengan salah satu sopir pilihannya?

Tidak kawan tiada yang salah dengan kedua armada itu pun tiada yang salah dengan kedua sopir itu. Si juragan melewatkan pemikiran tentang rezeki yang Allah berikan. Tentang pembagian jatah rezeki itu tentang pendistribusian yang serba sempurna dan Maha adilnya dari Yang Maha member rezeki.

Setiap pagi Allah memerintahkan seorang malaikat yang menurut hikayat beliau bernama Mikail, menyambangi bumi sambil membawa jatah rezeki bagi seluruh ummat dan penghuni dunia, setiap pagi karena jatah hari ini harus habis hari ini besok adalah jatah rezeki baru, tiada istilah over kredit atau kredit macet di catatan Mikail. Semua serba terukur dan pas. Porsi bagi setiap individu atau bahkan bagi satu ekor kutu sudah ditakar dengan ketepatan yang pas. Tiada yang terlewat satupun.

Begitupun dengan sopir angkot tadi, walau memiliki jalur trayek yang sama panjang dengan waktu yang sama panjang dan dengan fasilitas yang sama bagus namun kedua individu sopir tadi memiliki takaran rezeki yang berbeda.
Inilah yang sering dilewatkan oleh kebanyakan manusia saat ini, takaran rezeki yang sempurna telah diatur oleh Yang Maha Mengatur. Tiada yang luput dari perhitungan itu selamanya. Kenapa praktek korupsi yang ujung-ujungnya adalah menumpuk rezeki masih terjadi? Kenapa pembunuhan dan sikat kanan sikat kiri masih juga sering kita dengar beritanya diacara TV?

Keserakahan manusia tidaklah melebihi dari diameter ataupun panjang usus dalam perutnya. Namun kesadaran manusia akan keterbatasannyalah yang membuat manusia bisa disejajarkan dengan iblis. Bahkan seekor binatang pun menyadari pembagian takaran rezeki kenapa manusia yang di beri akal pikiran malah melupakannya?
Manusia yang diciptakan dengan akal pikiran tidak pernah bisa berbagi, sedangkan hewan yang diciptakan dengan akal pikiran selalu memiliki empati.



Selengkapnya ...

Curang dalam ujian

~ ~
Ada sebuah kejadian, ya bisa dibilang lucu dan agak nyeleneh beberapa hari yang lalu, saya yang memang berusaha tuk terus mengejar ilmu apa naik pangkat ya? Moga-moga niatku masih lurus tuk terus mengejar ilmu. Beberapa hari yang lalu mendapati hari itu adalah hari ujian UAS. Wah betapa terkejutnya kami sekelas, padahal diawal kuliah pernah diberitakan bahwa UAS ada dipertemuan yang kedelapan. Sedang beberapa hari yang lalu itu baru pertemuan ketujuh. Ditambah malam itu langit tidak begitu bersahabat dengan menitikkan gerimis kecil ke permukaan helmku.

Dengan terpaksa dan mengingat beberapa bagian pelajaran yang mulai kabur beberapa penggalnya, kucoba memahami tiap soal yang dilontarkan oleh pengajar. Sampai diangka 8 soal itu, semakin membuatku merinding yang sejak awal selalu dimulai dengan kata ‘sebutkan’ dan ‘jelaskan’. Tapi apa boleh dikata pengajar adalah hukum yang berlaku dikelas itu, aturan demokrasi yang tak bisa di mufakatkan lagi. Dan kami para penerima ilmu seperti budak penguasa ruangan itu yang akan selalu berkata ia bila ‘tirani’ sudah di pancangkan.

Waktu 90 menit yang diberikan kepada kami pun terasa sangatlah singkat bila mengingat 8 delapan soal itu. Tanpa disadari otakku berputar lebih cepat dari biasanya. Memory ini seperti mendapat suntikan sesuatu sehingga terasa seperti booster roket yang sekonyong-konyong ingin segera meluncur. Sehingga tidak sampai menit ke 60 seluruh soal sudah terselesaikan. Namun entah ada angin dari mana tiba-tiba seorang wanita yang selama ini kukenal paling teledor dan paling susah mencerna setiap pelajaran hingga terus bertanya kepadaku. Menyusul ‘roketku’ dan mendahuluiku mengumpulkan hasil ujiannya.

Apa boleh dikata mungkin dia tiba-tiba juga mendapat ’angin surga’ yang menjadikan otaknya juga seperti roket. Setelah giliran dia baru aku beranikan diri tuk menyerahkan hasil ujianku. Namun ketika hendak meninggalkan ruangan si pengajar memberikanku sebuah kertas yang sekilas kubaca berisi tulisan ringkasan seluruh materi di mata kuliah pengajar ini.

“ pak rizal, tolong kembalikan ini ke teman bapak yang barusa keluar duluan ya?” ,pintanya sambil tersenyum simpul.

“ baik” sambil tersenyum juga.

Penasaran oleh isi kertas itu kubaca sambil berjalan kearah teman yang otaknya mengalahkanku tadi. Ya, Allah teranyata memang benar pandangan sekilasku tadi, itu adalah catatan materi yang diujikan. Tanpa mengisi sepatah kalimat pun dia mengumpulkan hasil ujiannya bersama dengan catatan materi itu.

Ada mata rantai yang terlepas dipengalamanku bersama teman kuliahku itu. Maaf saya tidak bermaksud membicaraka kekurangan seorang lain, dan membanggakan diri ini. Namun dari pengalaman itu diri ini semoga mampu memetik hikmah dibaliknya. Mata rantai itu adalah kesabaran dalam menerima ujian. Setiap kali Allah memberikan ujian kepada hamba-hambaNYA. Selalu terlebih dahulu memulainya dengan latihan-latihan. Setiap kali Allah hendak menguji hamba-hambaNYA selalu terlebih dahulu diberikanNYA materi yang di jadikan bekal. Sehingga tidak akan ada jalan pintas bagi ujian itu. Yang ada adalah bila ujian itu akan menguatkan dan akan melemahkan.

Ketika ujian itu datang mungkin diri ini akan terkejut sama terkejutnya ketika UAS diumumkan mendadak. Namun ketika ujian itu datang akan ada ’roket-roket’ yang entah darimana asalnya yang akan membawa segenap kekuatan kita tuk melalui ujian itu.

Kita tidak bisa menyerahkan robekan kertas materi ketika ujian dariNYA menghampiri kita. Kita diharuskan menjalani ujian itu agar bisa naik ke tingkatan selanjutnya dan menjadi lebih baik. Entah bagaimana harus membedakan mana ujian mid dan mana ujian akhirnya. Atau hanya quiz-quiz semata yang akan menaikkan iman kita ke tingkatan yg lebih tinggi. Namun semua itu adalah pelajaran meniti ilmu yang akan kita jalani hingga akhir hidup ini. Allahu a`lam bishawab.



Selengkapnya ...

Song for gaza

~ ~
we will not go down
by : michael heart

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remainsJust a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

lirik dan link download dicopas dari astaqauliyah.com



silahkan download disini untuk mp3 nya download


Selengkapnya ...

Cukup akui bahwa anda bodoh!

~ ~
Pernah mendengar sebuah sekolah khusus Maria Montessouri atau lebih dikenal dengan SD,SMP dan SMU Galuh Handayani? kalau anda pernah mendengarnya saya yakin anda akan terkesima bahkan ingin sekali sekolah di sebuah yayasan itu. bukan, bukan karena sepertinya nama itu adalah lebih condong seperti yayasan yang bersifat religius. namun tak lebih karena metode belajar yang diterapkan didalamnya.

Nama Maria Montessouri adalah memang bukan seperti nama kebanyakan warga pribumi dan memang Montessouri ini adalah warga keturunan yang mendirikan sebuah yayasan pendidikan di Indonesia yang diperuntukkan bagi anak-anak yang memiliki kekurangan daya ingat atau sangat
lambat dalam menerima impuls ke otaknya.

Apakah anda tertarik kemudian untuk memasukkan anak anda ke sekolah itu? Ingat sekolah ini berbeda dengan SLB jenis apa saja lho? Sekolah ini bukan mendidik anak dengan cacat yang dideritanya, bukan juga mendidik seorang autis, namun sekolah ini mendidik anak-anak yang kesulitan dalam belajar, kesulitan menerima setiap rangsangan dari pengajar mendidik anak yang lambat dalam berpikir. Maka kenapa disekolah ini diajarkan dengan system SLOW LEARNING.

Metode yang mengedepankan rangsangan-rangsangan positif terhadap otak anak. Tanpa Homework tanpa beban tugas atau dengan model ujian khusus yang tetap mendapat pengakuan negara.

Namun satu yang menjadi syarat agar anda diterima disekolah ini, yaitu anda harus mengakui bahwa anda bodoh baru anda bisa diterima disekolah ini. Aneh kan? Tidak itu bukan aneh. Sebenarnya kebanyakan dari kita adalah orang bodoh sayangnya banyak sekali dari kita yang mengaku ngaku pintar bahkan lebih banyak lagi yang sok pintar tetapi sebenarnya adalah bodoh.

Yah syarat yang sangat mudah namun begitu jelas menentang nafsu dan ego kita. Cukup bahwa kita mengaku bodoh maka kita akan diajari dengan metode slow learning. Disana kita tidak akan dianggap bodoh kita hanya dianggap manusia yang sedang menjalani proses menuju pintar.

Rasulullah pernah bersabda” Mencari ilmu itu adalah kewajiban setiap manusia dimulai dari buaian hingga liang lahat”. Tiada batasan bagi manusia untuk belajar karena patokannya adalah kematian. Kelulusan kita terukur ketika kita sudah meninggal. Kita menjadi pintar ketika setiap pertanyaan malaikat di alam barzah mampu kita jawab semua tanpa gagap atau patah-patah.

Setiap anda adalah bodoh, bila anda protes? Perbaiki lagi niat anda ketika masuk SD, ketika masuk SMP ketika masuk SMU atau bahkan ketika sedang kuliah. Anda melanjutkan sekolah karena anda yakin bahwa anda bodoh oleh karena itu anda butuh sekolah.

Cukup akui saja bahwa anda bodoh maka dengan sukarela sekolah akan menerima anda dan menjadikan anda sedikit lebih pintar.



Selengkapnya ...

Cheetah vs Rusa

~ ~
Suatu pagi di belantara afrika yang gersang nan luas hari teramat cerahnya memandang langit adalah kebiruan merona tiada noda sedikitpun. Pagi itu seperti pagi-pagi yang lain rona keemasan menyembul dipucuk bukit menandakan rantai alam akan segera dimulai setelah semalaman terlelap.

Afrika dipagi hari adalah surga bagi segala macam satwa tempat berkumpulnya hewan-hewan buas dan santapannya.Alam liar yang berbicara siapa kuat dia yang menjadi pemangsa siapa yang malasa dia akan kelaparan. Siapa yang lari paling lambat maka dia yang akan dimangsa. Benar-benar dunia perburuan demi perut yang memang tak pantas ditiru oleh ras manusia. Namun itulah hukum yang diciptakan Tuhan akan alam liar.

Pagi itu seekor rusa terbangun diawal pagi, berjingkat sejenak tuk kemudian berlari dan terus berlari merumput dan bersenda gurau dengan
kawannya.

Disisi lain seekor cheetah pun terbangun di awal pagi, sejenak meregangkan uratnya yang kaku menuruni pohon tempatnya tertidur tuk kemudian berlari dan berlari.

Dua satwa ini adalah sebuah keajaiban alam, pemangsa dan hewan buruannya. Sama-sama telah diberi bagian rezekinya masing-masing dalam ketergantungan. Tanpa rusa cheetah akan kelaparan dan tanpa cheetah rusa akan berkembang biak tak terbatas menutupi dataran afrika dengan rasnya yang bisa membuat rerumputan habis. Cheetah pun berfungsi menjaga populasi rusa.

Dua binatang ini adalah pemangsa dan yang dimangsa namun dalam alam bebas mereka adalah satu ketergantungan. Rezeki mereka tergantung antara satu dengan yang lain. Bila satu punah maka satunya juga akan punah. Bukankah Tuhan sudah mengaturnya dengan seadil-adilnya.

Tiada perbedaan diantara mereka. Setiap pagi mereka hanya bagun lebih awal dan siap berlari, dan berlari tuk mendapatkan rezekinya. Walau keduanya adalah bertolak belakang.

Begitupun kita, rezeki yang Allah sebarkan setiap hari dimuka bumi ini telah ditakar dengan keadilan yang mutlak. Tiada satupun makhluk, baik yang melata ataupun yang berlari dimuka bumi ini akan luput dari hitung-hitungan rezeki ini. Tuhan memerintah Mikail setiap hari dengan jatah rezeki yang selalu pas untuk seluruh makhluk ciptaanNYA. Dan ini berlangsung setiap hari hingga dunia ini dihancurkan.

Apa yang perlu dilakukan manusia? Cukup bangun diawal fajar dan segeralah berlari! Berlarilah dan temukan rezeki itu. Karena malaikat Mikail tidak akan mendatangi manusia yang hendak diberi jatahnya dalam keadaan tertidur. Bangunlah lebih awal. Pun malaikat mikail tidak akan membuka kran rezekinya dengan lebar kepada yang lebih lambat berlari. Berlarilah sekencangnya dan rezeki itu adalah jatah anda!

Layaknya cheetah dan rusa, walau dalam pihak yang berbeda persamaan mereka adalah bangun lebih awal dan segera berlari! Didunia advertising ada suatu fakta menarik betapa keberhasilan suatu produk yang dipasarkan ditentukan dalam hitungan menit bukan jam apalagi hari. Maka kenapa melaunching sebuah produk lebih awal walau dalam hitungan menit dari produk pesaing akan memberikan gap keuntungan yang jauh lebih signifikan.

Apalagi sebagi individu bergerak lebih awal beberapa saat akan membuka pintu peluang lebih banyak dari individu lain yang masih terlelap dalam kemalasan. Maka segeralah bangun dan berlari! Karena kesempatan tidak pernah dating 2 kali.



Selengkapnya ...

Perempuan Batu

~ ~
A,B,C…………kudengar ejaan itu dari balik bilik kecil beratap jerami dan berdinding geribik. Kecil namun suasana hangat jelas terasa sampai ke jalan setapak yang kulalui ini. Laun kudengar ejaan itu hanya berhenti di E dan kemudian mengulang lagi ke A kemudian B….kemudian mengulang lagi. Entah berapa kali sampai ku tepekur didepan geribik itu mendengar betapa polos suara yang sedang mengeja itu.

Sejenak berlalu keluarlah sosok manis sedikit kumal dengan rambut tergerai hitam nan panjang. Mimiknya riang penuh semangat tiada derit gelisah di paras eloknya.
“inah, hati-hati dijalan!” sebuah suara
membuatnya menoleh dan hanya tersenyum
Sosok yang dipanggil inah itu berlalu sambil menyanyi kecil menuju rumahnya yang tak jauh disitu.

Gadis itu terlihat dewasa. Namun hanya sampai huruf E dia mampu hafal dan hanya beberapa huruf hijaiyah yang mampu di eja, begitupun hanya syahadat dan syalawat yang mampu terucap dari bibir merahnya.inah terbelakang. Bukan bodoh, bukan linglung. Hanya kesadarannya tidaklah lengkap umur dan sosoknya bukan lagi ukuran untuk kewarasan pemikirannya. Dia pun bukan sakit jiwa seperti yang orang-orang kampung kira. Dia hanya sedang berimajinasi dengan angan-angannya.

Sedang suara yang memanggilnya dari dalam geribik mini itu adalah seorang mahasiswa KKN yang ditugaskan untuk mengaplikasikan studinya di kampung terpencil itu demi gelar yang dicita-citakannya. Dari sebuah universitas islam terkemuka. Mahasiswa shalih yang dibekali ilmu agama dan akademis yang mumpuni itu dikenalkan dengan dunia yang jauh dari peradaban kota. Sebuah kampung terpencil ditengah hutan dipinggiran sungai besar yang membelah sumatera ini.

Hampir tiap sore inah belajar dari mahasiswa yang oleh tetangga kampungnya dipanggil Hari ini. Inah yang tidak diterima di SD terdekat rumahnya ini masih memiliki cita-cita setidaknya untuk mampu membaca sebuah koran satu-satunya yang sampai di kampungnya. Cita-cita yang tidak tinggi namun sangatlah bermakna untuk gadis terbelakang seumuran inah.

Dan Hari dengan sabar disela-sela kegiatannya membantu guru di SD kampung itu membantu inah memberikan kurikulum yang sebenarnya tidak dia kuasai sama sekali. Yah kurikulum bagi SLB. Kurikulum yang sama-sekali tidak disentuhnya. Namun Hari bertekat akan meninggalkan sesuatu yang bermakna bagi inah.

Sore itu pelajaran mengeja dimulai lagi kali ini huruf hijaiyah yang dikenalkan Hari kepada inah. Disela-sela gemericik air. Huruf alif, ba`, ta` menggema dari dalam geribik kecil itu. Suara inah tergagap diantara isapan jari kelingkingnya. Kemudian kalimat syahadat dan salawat bergantian terucap dari bibir inah. Semakin lama kalimat itu semakin jelas dan semakin lancar. Hari yakin inah memiliki otak yang cerdas. Walau belum lengkap.

Bulan berganti bulan tahun berganti tahun berlalu, Hari yang sudah diujung tugasnya mulai memberikan pelajaran terakhir bagi anak didiknya, inah tak terkecuali. Dan di dalam diri inah Hari sudah menjadi sosok tak tergantikan baik sebagai guru privatnya maupun sebagai batu sandaran bagi setiap keluh kesahnya. Inah merasa Hari adalah pengganti bapaknya yang telah meninggalkannya bertahun-tahun yang lalu ketika dia masih kecil.

Tibalah saat dimana Hari harus pamit kepada penduduk kampung yang bersedia menampungnya selama ini. Air mata punduduk kampung mulai pecah ketika Hari dilepas dengan upacara adat kecil khas penduduk setempat. Inah hanya tersenyum manja tak mengerti apa gerangan yang terjadi. Inah hanya sembunyi dibalik pohon sambil matanya tak berkedip memandang sosok Hari,yang kian lama kian menjauh dari pandangan. Dengan sampan kecil Hari diantar penduduk setempat menuju Bandar kecil tempat dimana hanya disitulah satu-satunya alat transportasi darat yang bisa sampai kekota terdekat.

Sepeninggal Hari, inah bingung, inah kehilangan sosok guru, sosok bapak dan sosok..,sosok yang menghadirkan keindahan pada hari harinya. Gadis terbelakang itu jatuh cinta. Cinta yang sederhana bagi sosok yang tak mengerti kelanjutan kalimat syahadat. Cinta yang tak kan didapatkan dari gadis waras dimanapun. Inah gadis terbelakang itu merasakan sesuatu yang hangat dihatinya ketika hari mengajarinya huruf A,B,C dan entah apa kelanjutannya. Hari yang mengajarkan huruf hijaiyah, Hari yang mengenalkan Tuhan Allah pada bibir inah. Walau inah tak mengerti apa arti Tuhan bagi dirinya.

Inah merasa sepi sepeninggal Hari. Disamping geribik itu inah setiap hari hanya duduk. Duduk diatas batu hitam yang melekat pada penyangga geribik kecil tempat Hari setiap saat menghabiskan masa tugasnya di kampung itu.inah menunggu hatinya kembali hangat. Inah menunggu datangnya Hari.

Suatu kali emaknya menyuruhnya pulang, namun inah tak bergeming. Inah bagai menyatu dengan batu hitam itu. Berhari-hari, berbulan-bulan hanya emaknya yang sabar mengiriminya makanan. Inah telah menyatu dengan dinginnnya batu tak peduli hujan tak peduli terik mentari. Menyatu dengan hangatnya kehadiran Hari dalam hatinya.

Perempuan batu itu, tidaklah gila. dia hanya sedang jatuh cinta. Cinta sederhana yang hanya mengharapkan kehangatan.Inah si perempuan batu itu bingung dengan siapa kini mencinta. Karena dilantunan bibirnya tiada tersebut Hari. Yang ada hanya syahadat dan salawat yang diajarkan Hari kepadanya. Sedikitpun tiada nama Hari di igauan inah gadis terbelakang itu. ...“Tuhan Inah Allah, AsyhaduAlla ila ha illallah".....terus kalimat yang diajarkan Hari yang mengisi hari-harinya. Entah kini inah mencintai Hari atau mencintai Allah Tuhannya.Perempuan batu kami menyebutnya,Inah.

-terinspirasi : BP 11 Februari 2007

-repost for IBSN-


Selengkapnya ...

Salam tuk tuan pencabut nyawa

~ ~
Wahai malaikat maut
Sudilah dirimu mampir ke bilikku barang sebentar
Inginku bercengkrama denganmu
Menceritakan keluh kesahku

Wahai malaikat maut
Tolong ceritakan padaku nikmatnya tugasmu itu
Berikan gambaran padaku nikmatnya hidup tanpa raga
Hingga kusadar bahwa keabadian akan kujelang

Wahai malaikat maut
Aku tahu anda sedang mengintaiku saat ini
Entah darimana dan entah sejak kapan
Namun kutahu pasti waktuku akan datang

Wahai malaikat maut
Pagi ini kudengar lagi hasil kerjamu
Satu lagi temanku kau jemput
Bisakah kau berikan aku sedikit catatanmu
Karena kutahu bekalku belum cukup

Bukan masalah kapan kau datang
Tapi berapa lamakah waktu yang kuhabiskan tuk mengingatmu
Bukan masalah dimana kau datang
Tapi dengan siapa hati ini berbicara saat kau mampir

Bukannya aku takut ketika kau datang
Namun aku takut saat bekalku kurang
Bukannya aku berat meninggalkan orang yang kusayangi
Namun aku takut putra-putriku tak bisa mendoakanku saat kupergi

Wahai malaikat maut
Kira-kira 3 bulan yang lalu
Kau memberikan pelajaran padaku
Kau bawa orang yang paling kusayangi
Kau jemput beliau saat ku sangat membutuhkannya
Namun tiada dendam dihati ini
Karena kutahu kita mengabdi ke TUAN yang sama

Wahai malaikat maut
Sudilah kiranya kau mampir barang sebentar
Duduk disebelah ranjangku
Dan menceritakan pengalamanmu
Disaat kau bawa roh-roh itu keTUANmu

Sehingga kan kuambil hikmah dari ceritamu itu
Kujadikan pegangan saat kau benar-benar menemuiku

Wahai malaikat maut
Sering kau mengadakan gladi resik
Latihan kematian bagi kami
Kau latih kami supaya tak gentar ketika bertemu denganmu
Dengan bencana, dengan kecelakaan, dengan tragedy
Sangat menakutkan namun
Dengan cara itulah kau tunjukkan belas kasihmu
Agar mata kami selalu terjaga ketika maut menjelang

-pagi ini kabar tentangmu kudengar lagi-

hanya untuk anda renungkan, malaikat maut tak melihat siapa anda atau sedang beraktivitas apa anda. hanya bersiaplah.




Selengkapnya ...

(IRONIC) On the sight of nothing

~ ~
Ku terduduk di pojokan toko kecil yang sedang tutup. Dibalik berkibarnya spanduk usang bertuliskan salah satu merk jamu. Namun spanduk itu dipakai tuk membuat batas antara satu lapak dengan lapak lainnya. Pandanganku nanar menebar disepanjang pelosok pasar.

Siang itu matahari sudah keluar, sepanjang tombak diatas kepalaku, belum terlalu terik namun terasa gerah membakar. Di pinggiran pasar yang penuh dengan kebisingan klakson dan derum mesin angkot yang tidak ada yang mau mengalah. Diantara jeritan tukang buah dan penjual air minum. Ku baringkan setengah badanku tuk istirahat setelah sedari pagi kucucurkan keringat demi membantu ibuku.

Dilapak kecil kulihat ikan segar menggelepar meminta sedikit air diantara sekarat nyawanya. Ibuku hanyalah titik kecil di luasnya pasar baru itu. Seorang penjual ikan dengan modal seadanya demi menyambung isi perut yang semakin langka kami makan.siang itu seperti siang kemarin dan siang kemarin nya lagi. Tak ada yang berubah, setelah kuangkat sekeranjang ikan dan kususun diatas lapak ibuku. Akupun duduk di pojokan toko itu.

Seorang bocah kecil kumal tak beralas kaki. Meloncat bak kupu-kupu dari satu angkot ke angkot lain tak memperdulikan ancaman lalu lintas yang siap merenggut nyawanya. Demi mendapatkan sebuah koin, hanya 100 perak pun sangat berharga bagi mereka. Namun ketika 5 butir koin 100 perak mereka dapatkan dalam waktu yang begitu lama dibawah dempetan tubuh angkot yang jelas tak empuk apalagi halus. 5 butir koin itu habis dengan seketika ketika mereka tukar dengan sebatang racun yang selalu mengeluarkan asap. Yang mereka masukkan kedalam paru-paru mereka. Ironis. Sungguh ironis. Mereka tidak lagi memikirkan isi perut mereka. Namun bagaimana mereka dapat mengisi paru-paru mereka dengan racun. Padahal setiap hari pun racun itu telah mereka hisap dari cerobong asap mobil yang mereka gelayuti. Disaat perut mereka keroncongan, mereka sejadinya menghabiskan jerih payah mereka hanya untuk sebatang racun. Ironis, sungguh ironis.

Dibalik tersingkapnya sebagian spanduk itu kulihat sederatan tukang becak yang sedang melepas lelah duduk didalam becaknya sambil melayani kantuk yang semenjak tadi sudah mulai menggoda.semenjak tadi kubilang? semenjak tadi, karena memang dari pagi subuh ketika kudatang, para tukang becak itu sudah duduk diatas becaknya. Bercanda dengan sesamanya, kadang ada yang mengeluarkan beberapa kartu kecil bergambar lingkaran merah dan kuning. Dan melingkar layaknya sedang pengajian. Ya,semenjak tadi sampai kini kuterduduk dipojok toko.

Para tukang becak itu masih asyik dengan “pengajian rutinnya”. Bagaimana nasib anak istrinya dirumah yang sedang mengharap suami mereka mengais rezeki demi sejumput nasi? Entah apa yang ada dalam benak para penjudi jalanan itu? Ironis, sungguh ironis.

Kulayangkan lagi pandanganku ku ke dalam angkot-angkot itu. Menembus tiap kaca bening warna-warni yang menghalangi.sebagian pandanganku menangkap getirnya suara nyanyian kesiangan dari mulut-mulut jengah penuh makian. Tiada lagi dan tiada bukan pengamen jalanan itu, tidaklah sebagian bilang tak semuanya penuh denga tato dihatinya. Namun bila sudah memasuki area hitam ini, bahkan yang lurus pun akan berbelok dan membelot.

Suasana pasar yang selama ini kudatangi telah mengajarkanku betapa hidup itu adalah teka-teki. Semua bisa ku tangkap dengan mata namun hanya hati yang mampu menjawab dan meneruskan arahnya. Dimana bisa kutautkan kelembaman matahari bila rembulan tak pernah bisa kulihat. Dimana bisa kuraba bintang bila malam tak pernah akan beranjak.

Dunia ini adalah sebuah keironisan, jelaga hitam dibawah makanan lezat. Bekunya salju yang menyebabkan embun dibalik kaca. Ironis,



Selengkapnya ...

Cintaku cinta lelaki

~ ~
Jika harus berbohong akan kukatakan bahwa engkau tidaklah cantik. Tapi mengapa mataku tidak bisa tidak harus memandangnya. Hatiku linglung oleh aura damainya. Entah sihir dari mana yang dia semburkan sehingga, tuk menghindar dan menjauh saja begitu berat dan susahnya.

Sekali lagi, jika harus berbohong, biarlah aku disambar petir. Kau tidak lah secantik bidadari, namun entah mengapa dari lidahku selalu menyebutmu bidadari dari kahyangan yang kecemplung di muka bumi ini. Entah kenapa senyummu selalu mengundang rasa takjubku tuk berdecak tak henti bagai seorang anak kecil yang baru pertama kali melihat sirkus.

Jika memang harus berbohong, tolonglah Tuhan, hapuskan saja dosa bagi manusia untuk perkara berbohong ini,lewatkan saja dari monitormu bahwa berbohong itu akan menimbulkan kebohongan baru yang lebih besar lagi. Dan tolonglah Tuhan, putuskan saja lingkaran setan yang mengurung bahayanya dusta dari mulut dan hatiku.

Cinta laki-laki seumpama gunung. Ia besar tapi konstan dan (sayangnya) rentan, sewaktu-waktu ia bisa saja meletus memuntahkan lahar, menghanguskan apa saja yang ditemuinya.

Cintaku seumpama gunung ucap Garin Nugroho dalam sebuah dialog dalam salah satu adegan Bulan Tertusuk Ilalang.betapa menakjubkan bila mengingat perasaan yang meluap-luap, dan semoga cinta ini tidak rentan dimakan umur dan hilang dihapus usia.

Cintaku bukan apa yang dituliskan Garin dalam filmnya itu. Cintaku memang cinta lelaki, cinta yang angkuh seperti batu karang, tetap tegak berdiri walau dihantui abrasi dan tiupan angin.
Cintaku cinta lelaki menderu bak debu ditengah padang pasir, tak akan habis hingga tertumpuk menjadi bukit.

Jika harus jujur tolong sekarang ungkapkanlah rasa malumu dihadapan cintaku ini. Berikan keangkuhan yang kubutuhkan demi tunas yang semakin menjulang ini. Sayang, sungguh tak satupun kata cinta terucap dari mulutmu selama ini. Namun coba sekalah permukaan hatiku, ada cintamu disana.

Sekali lagi, jujurlah ! kutahu cintamupun semegah istana raja-raja yang sering diceritakan dalam pewayangan, cintamu bak arimbi merindu arjuna. Cintamu tiada luka didalamnya. Cintamu tulus, cintamu seputih kertas tak berisi. Namun dari hatimu belum ada semerbak cinta itu ditaman bunga kita.

Jika memang harus jujur, ada seberkas sinar disana, diantara dedaunan senja ada lembayung menggelayut mesra disana. Ada siluet air mata yang indah disana, ada rintik air hujan yang kan menhapus segala keluh kesah disana. Dan kau pun meneruskan dialog Garin sang maestro itu sayang :

Cinta perempuan seumpama kuku. Ia hanya seujung jari, tapi tumbuh perlahan-lahan, diam-diam dan terus menerus bertambah. Jika dipotong, ia tumbuh dan tumbuh lagi.

Cintamu tak seangkuh cintaku ternyata, cintamu mengalir bak sungai menuju muara. Tenang tak bersuara tak terlihat riak menghanyutkan, cintamu bagai daun yang jatuh diatas riak itu, melandai, memberi keheningan bagi setiap yang dilaluinya. Cintamu tenang sayangku.

Cintamu bukan seperti batu karang, cintamu melenakan. Cintamu pun abadi. Tak kenal batas, tak kenal waktu. Cintamu tak terlihat namun nyata adanya. Bahkan akupun tak mampu melihatnya.



Selengkapnya ...

Aspal baru

~ ~
Suatu ketika ada kabar menyejukkan dari developer setempat, bahwa jalan tanah berbatu didepan rumah akan segera diaspal. Itu adalah kabar paling membahagiakan yang berhubungan dengan komplek kecil kami, warga sekitar sudah barang tentu juga akan merasakan dampak yang menyenangkan bila rencana itu terwujud. Sejak pertama dating ke komplek ini sebenarnya bila bukan alasan dana saya dan istri pastilah tidak akan meliriknya, karena infrastruktur yang kurang begitu mendukung. Tiadanya jalan aspal, tidak adanya pagar pemisah dengan warga kampong sekitar, tiadanya penerangan jalan bahkan komplek ini tidak memiliki gapura yang biasanya menjadi ciri khas sebuah komplek.

Namun semakin beranjaknya waktu kami piker kesadaran developer semakin bagus, ditandai dengan mulai dibangunnya tiang-tiang listrik disertai penerangan jalan dan kabar terakhir adalah akans egera ditutupnya jalan tanah kami menggunakan aspal, setidaknya angin segar ini akan membuat setiap warga komplek tersenyum. Karena tidak akan ada lagi lumpur menggenang ketika musim hujan, atau semakin berkurangnya debu ketika kemarau tiba.

Ketika pelaksanaan pengaspalan itu benar-benar terjadi dengana ntusia warga menyambutnya, ada yang sekedar nongkrong didepan rumahnya sambil sembari menemami para pekerja, atau bahkan ada yang dengan sukarela menyediakan seteko kopi dengan makanan kecil ala kadarnya. Menunjukkan betapa besar keinginan para warga komplek agar segera melihat rapinya lingkungan mereka. Dengan senang hati pula beberapa warga memberikan makan siang kepada pekerja tak ayal kami sekeluarga juga ikut-ikutan menyumbangkan kebaikan pada mereka yang barang tentu dengan tujuan agar kegiatan pengaspalan akan segera selesai dan kami bias menikmati keindahan komplek kami walau hanya sebatas mempermulus jalan didepan rumah kami.

Setelah sekitar 2 minggu akhirnya kegiatan pengaspalan itu rampung juga, dengan gegap gempita para warga menyambutnya dengan suka cita bak mendapatkan trophy kalpataru bapak RT setempat menandai selamatan komplek itu dengan memecahkan kendi di ujung jalan tersebut. Setiap hari terlihat warga keluar rumah hanya tuk merasakan nikmatnya memiliki jalan aspal. Ada yangs ekedar berjalan-jalan atau malah duduk-duduk didepan rumahnya tuk melihat aspal yang amsih menghitam didepan rumahnya. Anak-anak ekcil tak kalah cerianya mereka bias menaiki sepeda mereka dengan lincah tanpa takut batu besar lagi. Bahkan ada yang mengeluarkan peralatan bulu tangkis hanya tuk sekedar mencicipi aspal baru itu.

Sehari berselang dua hari berlalu tak terasa sudah 1 bulan lamanya aspal itu menghiasa depan rumah kami, tak terasa sudah banyaks ekali kegiatan yang pernah warga komplek laksanakan diatas aspal baru itu. Dan tanpa terasa pula kehebohan yang dulu dirasakan semakin memudar. Sudah tak ada lagi anak-anak kecil bermain bulu tangkis, sudah jarang bapak-bapak yang sekedar menyempatkan waktu tuk duduk diatas aspal itu dan ngobrol dengan tetangga. Sepertinya rasa bosan sudah dating. Dan apa yang didapat aspal itu sudah berganti menjadi ajang balap. Menjadi sirkuit kecil bagi anak-anak tanggung yang tak beratnggung jawab. Dengan sepeda motor pemberian orang tuanya aspal kami telah menjadi tempat berbahaya bagi kami.

Tidak siang tidak malam suara berisik gas motor itu begitu kencang bahkan hal yang paling kami takuti adalah apabila anak-anak kami menjadi korban celaka meraka. Tak urung kami sepakat tuk membuat polisi tidur disepanjang jalan itu, sekedar memperlambat laju balapan mereka, malah kalau bias kami menghentikan sama sekali kegiatan balap liar mereka. Aspal mulus kami yang kami gadang-gadang menjadi tambahan keindahan rumah kami malah mereka jadikan lading ranjau bagi keluarga kami. Kami pun tak kuasa tuk menghalangi mereka yang jumlahnya lebih banyak.

Akhirnya kesepakatan terjadi aspal yang dibuat untuk memperindah rumah kami akhirnya kami rusak sendiri dengan membuat polisi tidur diatasnya. Hal yang dulunya membuat kami bahagia karena jalan tanah yang berbatu yang membuat kami tidak nyaman sekarang malah kami buat tidak nyaman lagis etelah kenikmatans ebentar kami rasakan. Polisi tidur itu adalah dilemma berat yang kami rasakan. Serba salah kami dibuatnya.

Begitulah yang terjadi didalam Negara, sungguh tak jauh berbeda. Ketika pendiri Negara ini dengan susah payah mengentaskan Negara ini dari keterpurukan. Menatanya dengan system dan jalur yang tepat hingga pada suatu titik terciptalah kesejahteraan malah kemudian kita berusaha tuk menghancurkannya lagi padahal hanya beberapa pihak yang tak bertanggung jawablah yang harus di hentikan.

Bangsa ini sedang berada didalam dilemma, dengan tujuan membangun dan memperbaiki kembali malah pada akhirnya tanpa disadari merusak dan menggerogotinya tanpa disengaja. Negara ini tak lebih seperti aspal tadi. Setelah begitu indah dibentuk dan ditata kemudian dengans endirinya kita juga yang merusaknya padahal kita menggunakan dalih tuk memperbaikinya.



Selengkapnya ...

motor pun bisa mendatangkan syukur

~ ~
1 bulan terakhir ini perjalanan saya sedikit dimewahkan oleh fasilitas yang diberikan kantor kepada saya, sebuah mobil kijang LX tahun 1999 dengan kondisi yang masih bagus. Hebatnya lagi waktu itu sedikit pun saya masih belum bisa nyopir. Sehingga alasan saya tepat tuk menolak inventaris mobil ‘bergincu’ itu. Namun atasan saya berpandangan lain, beliau dengan sedikit memaksa saya untuk segera bisa mengendarainya dan membawanya.

Maka berbekal nekat dan sok pintar saya belajar sendiri, iya saya latihan mengemudi sendiri. Dimulai di area parkir hingga dijalanan sepi. Hingga tengah malam saya nekat melatih skill saya di tanjakan dalam kondisi berhenti. Luar biasa Allah masihselalu melindungi saya dalam waktu 1 minggu saya sudah mulai terbiasa dibelakang kemudi bundar itu. Walhasil motor butut saya akhirnya mendapat jatah sedikit lebih ringan dengan hanya mendapat porsi membonceng tuk urusan keluarga saja, entah karena luapan kebahagiaan akhirnya bisa mengemudi mobil atau karena akhirnya saya bahagia karena bisa melihat wajah anak-anak dan istri yang tersenyum bahagia setiap kali saya ajak jalan dengan mobil.

Tak henti-henti saya bersyukur, dan atasan pun semakin sering memerintahkan saya tuk dinas lapangan sebagai konsekuensinya. Namun tugas itu terasa begitu ringan karena saya tidak lagi kehujanan dan kepanasan, dengan jatah premium yang disediakan kantor saya bisa leluasa tugas kantor kemanapun. Bahkan tuk kegiatan diluar kantor pun terkadang saya harus menggunakan mobil itu. Walaud engan konsekuensi menambah sendiri uang bensin.
Tak pelak semakin hari dengan mobil rasanya semakin nyaman, walau masih terpikir juga akan pasokan bensinya yang jauh lebih menguras dompet. Karena jatah premium dari kantor juga ada batasnya. Dengan mobil kehujanan sudah bukan kendala, terik dan malas bukan lagi sesuatu yang menghambat ringkasnya dengan mobil setiap tetangga yang melihat kami mulai memanggil dengan sedikit membungkuk. Hal ini semakin menegaskan bahwa mobil adalah patokan dari sebuah kemapanan walau ada gincu merah didepan dan belakangnya.

Hari ini kami kekantor tidak lagi menggunakan mobil, karena mobil kantor ditarik oleh bagian umum. Kami berangkat dari rumah berdua kembali mengendarai motor butut kami yang dulu, yang setia kemanapun hendak pergi selalu siap sedia mengantarkan tanpa sedikit pun mengeluh. Motor butu yang sementara beberapa hari kami lupakan.
Pagi begitu kelam dipertengahan Desember diiringi kabut dan beberapa tetes air hujan saya keluarkan motor butut yang bagian bawahnya dipenuhi lumpur dan tak semengkilap dulu lagi. Namun saya yakin dia masih sanggup mengantar kami kekantor. Ada hal yang kami lupakan yang kemudian kami rasakan kembali ketika istri mulai memeluk pinggang dan mendekapkan setengah tubuhnya di punggung. Hal yang tak saya rasakan ketika menjadi sopir pribadinya dengan mobil. Hal yang luar biasa ini mengingatkan ketika hari-hari diawal pernikahan kami dulu.

Disela rintik hujan kami bercanda sembari semakin mendekatkan tubuh kami. Sudah sebulan tak pernah saya rasakan sensasi ini. Baru kali ini saya begitu bersyukur telah memiliki sebuah motor. Rasa syukur saya bahkan melebihi rasa syukur ketika menaiki mobil. Syukur yang luar biasa karena karunia cinta dan kasih sayang yang Allah berikan diantara kami sehingga perasaan berboncengan itu begitu meluap. Seakan kami adalah 2 insan yang benar-benar dimabuk asmara. Padahal memang benar kami sedang dimabuk asmara :>.
Anda yang suami istri dan belum memiliki mobil, mungkin suatu saat mobil telah ada dalam list belanja anda namun untuk saat ini nikmat berboncengan dengan motor adalah karunia luar biasa dari Allah yang benar-benar saya syukuri kali ini. Nikmatilah !



Selengkapnya ...

Kenapa Dokter kandungan harus laki-laki

~ ~
Pertanyaan ini kemarin hinggap begitu saja dikepalaku, saat mengantarkan istriku konsultasi ke sebuah klinik keluarga yang baru pertama kali ini kumasuki. Di klinik tersebut sepertinya mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan medis namun dikhususkan terhadap penanganan pada kaum wanita dan anak-anak. Bab setiap pintu yang kubaca tertera pasti berhubungan dengan wanita dan anak-anak

Begitu pula ruangan yang akan kami tuju ini, tertuliskan di pintunya spesialis kandungan. Dr………… Melihat namanya dokter kandungan ini laki-laki. Betul juga tebakanku, setelah kami didalamnya ada 2 orang yang satu wanita muda berjilbab dan satunya dengan pakaian semacam almamater berwarna putih dengan dandanan ‘klimis’ melemparkan senyum kearah kami. Yak pasti ini orang yang akan kami tuju, dokter spesialis kandungan.

Sudah 3 bulan ini istri menunjukkan belum terjadinya proses ‘rutin’ nya sebagai wanita. ‘tamu bulanan’ nya kok belum dating-datang. Dan test pack pun tidak menunjukkan 2 batang garis yang kami tunggu-tunggu. Walau nunggunya sambil was-was. Yah dengan begitu ya harus ke klinik untuk mengetahuinya dengan pasti dengan menggunakan x-ray atau alat USG. Hasilnya baik-baik saja hanya gangguan hormonal ujar si dokter.

Setelah keluar dari klinik tersebut masih ada pertanyaan yang belum hilang dari kepalaku. Bukan mngenai keadaan istri atau efek apapun mengenainya. Namun lebih kepada si dokternya, kenapa urusan wanita kok yang lebih tertarik malah laki-laki? Disetiap kota yang pernah ku menetap disana, setiap melihat klinik bersalin atau tenaga medic yang berhubungan dengan wanita tenaga ahlinya malah yang berlawanan jenis?

Laki-laki lebih hobi ‘mengutek-ngutek’ miliknya wanita mungkin ya? Atau ada alasan lain? Laki-laki lebih mengerti apa yang diinginkan wanita? Memang sih masih banyak bidan yang ada disekitar pemukiman kita. Namun bidan bukanlah tenaga ahli. Apakah laki-laki itu makhluk yang paling bertanggung jawab sehingga berusaha sebisa mungkin untuk mencurahkan segenap tenaga untuk menjaga apa yang menjadi sumber kebahagiaannya.

Di kota-kota sebelumnya juga hamper sama ditiap klinik bersalin yang kudatangi tenaga ahlinya bisa dipastikan laki-laki, kecuali di salah satu klinik, klinik mama di palembang semua tenaga ahlinya wanita. Dan menurutku itulah seharusnya apa yang bisa dirasakan wanita hanya wanitalah yang tahu jawabannya.

Kalau ummahat gimana ? lebih memilih dokter kandungan laki-laki atau wanita? Istri sangat risih ketika yang memeriksa dokter kandungan laki-laki namun mau gimana lagi belum menemukan dokter kandungan wanita dikota ini.



Selengkapnya ...

Ngapain sih harus pake jilbab?

~ ~
Seringkali kudengar dari beberapa pembicaraan ukhti-ukhti bahwa mereka takut memakai jilbab dikarenakan konsekuensinya. Ada yang bilang akhlaknya belum sanggup untuk mengenakan jilbab ada yang kuat dan ada pula rintangan yang bahkan dari lingkungan sekitar. Namun terlepas dari semua itu jilbab bukanlah topeng yang mengharuskan seorang ukhti untuk berubah menjadi manusia lain setelah memakainya.

Serius kubaca sebuah forum di DSHnet tentang jilbab ini. “Lautan Jilbab” bunyi judul forum itu. Walau tertinggal sekitar 4 halaman kubaca dari awal setiap postingan didalamnya. Dan semakin membuatku tertarik atas polemik seputar jilbab ini. Yang bikin aneh juga para penghuni yang tertariknya bukan hanya si pemakai jilbab. Bahkan yang ikhwan pun tertarik. Termasuk saya, namun kami para ikhwan punya hak juga kan ukh…? Ya kami para lelaki punya hak juga didalam pemakaian jilbab, kok bisa?....karena bila jilbab sudah menutupi aurat ukhti sekalian, insyaALlah mata kami akan semakin terjaga dan tidak akan syak di hati kami sehingga kami semakin tenang. Terima kasih ya ukhti yang sudah berjilbab secara tidak langsung ukhti sudah menyelamatkan kami akan bahayanya mata ini.

Di forum itu banyak sekali hal mengenai jilbab yang menjadi permasalahan, mulai dari belum memakai jilbab karena takut menodai kagungan pakaian islami tersebut sampai membandingkan lebih baik mana memakai jilbab tapi pacaran daripada tidak pakai jilbab tapi tidak pacaran. Bahkan kalau itu yg jadi pembanding pun lebih baik para ukhti terlepas dari keduanya. Amiin

Untuk para ukhti yang masih ragu untuk mengenakan pakaian agung ini.
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.(Al-Ahzab :59)

Ternyata hukumnya wajib lho ukhti.....ini perintah Allah lho ukhti..!
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut :69)

Dan bila ukhti mau berusaha dan bersungguh-sungguh insyaAllah pertolongan Allah itu sangatlah dekat.
Setelah terbertik niat dihati, semoga ukhti memahami apa sih pasangan dari jilbab itu? Dan menurut apa yang dicontohkan oleh keluarga Nabi menurut bimbingan beliau adalah:

1.Jilbab dan pasangannya itu harus menutupi seluruh tubuh selain yang dikecualikan
“Hai Asma`,sesungguhnya wanita apabila telah sampai ke tanda ke kedewasaan (haidh),tidak boleh terlihat bagian tubuhnya kecuali ini dan ini –beliau mengisyaratkan muka dan telapak tangannya.” (HR.Abu Dawud, Al-Albani menghasankannya)

2.Jilbab itu tidak seharusnya difungsikan untuk tabarruj
“……Dan janganlah kalian berhias dan bertingkahlaku seperti orang-orang jahilliyah dulu…..” (Al-Ahzab :33)
Ada istilah yang dilontarkan seorang Ustadz dulu. Semakin tebal make up semakin tipis aktivitasnya.bener ngga nih ukhti? Nih…udah berbedak tebal udah cantik lagi…..kalau mau wudhu` gimana?....hapus dulu kan kemudian bedakin lagi…ashar wudhu` lagi bedakin lagi. Ribet kan..malah cenderung males wudhu`nya, jadinya asal air kena muka aja…..hayo…ribet kan….?

Allah tidak menginginkan dandanan yang menor, boros dan fisis semata, Allah menginginkan dandanan yang melekat pada hambaNYA adalah dandanan iman, dari para wanita mukminat adalah dandanan iman yang cantik, mulia dan mempesona. Cantik karena akhlaknya. Mulia karena ia bukan pameran berjalan yang dipelototi dan diamati dan mempesona karena setiap langkahnya adalah pahala, pahala dan pahala…

3. Jilbab itu kainnya tebal
“Akan muncul di akhir ummatku, wanita-wanita yang berpakaian namun pada hakikatnya bertelanjang. Di atas kepala mereka terdapat sesuatu penaka punuk unta. Mereka tidak akan memasuki surga, dan tidak juga akan mencium aroma surga. Padahal bau surga itu dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.” (HR.Muslim)

Al imam Ibnu Abdil Barr menjelaskan, bahwa yang dimaksud berpakaian tetapi telanjang adalah wanita-wanita yang mengenakan pakaian tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya.
Inget loh ukhti kami para lelaki memiliki imajinasi yang hebat lho……kalau ukhti memercikkan bensin ke api….ukhti tahu kan akibatnya..?

4. kainnya longgar tidak sempit dan tidak jatuh

5. tidak diberi wangi haruman
“wanita mana saja yang memakai haruman kemudian keluar dan lewat di muka orang banyak agar kemudian keluar dan lewat dimuka orang banyak agar mereka mendapati baunya, maka dia adalah pezina…” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Sekali lagi ukhti bukan masalah burket atau tidak….tapi ada kemashlahatan di sini..sejujurnya kami kaum lelaki akan sangat tersiksa ketika bau yang dikenali feromon kami itu mengganggu jalan masuk udara nafas kami…sedang ia adalah jalan nafas yang sehat…maka bantulah kami ya ukhti..!

6. Jilbab dan pasangan pakaian yang ukhti kenakan tidak menyerupai pakaian laki-laki
“Allah melaknat laki-laki yang memakai pakaian perempuan, dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki.(HR Ahmad, Abu Dawud, AL Hakim dan Ibnu Majjah)

7. Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir
“barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka “(HR Ahmad dan Abu Dawud)

8.bukan merupakan libasusy syuhrah
Hayo ukhti ada yang tahu apa itu pakaian libasusy syuhrah?......pernah lihat film-film kerajaan jaman dulu?......yang putri rajanya memakai pakaian putih biasanya….sangat besar menjuntai bahkan masih ada ekornya yang ngepel lantai dan diangkat oleh anak kecil ? itulah yg dimaksud libasusy syuhrah….yaitu pakaian kebesaran yang sangat mencolok bagusnya dengan tujuan agar dibicarakan orang dan dikagumi dan kemudian menjadi popular…..tetapi bisa juga sebaliknya….seorang ukhti memakai pakaian yang sangat jelek sehingga dia ingin dicap sebagai seseorang yang zuhud..itupun juga buruk dimata Allah

Nah ..itulah pakaian yang menjadi pasangan jilbab tadi…? Tidak berat kan ukhti?
Namun jangan juga terpaksa.

Kemudian kalau ukhti sudah mantab memakai jilbab ini, jangan takut Allah bersama ukhti sekalian betapapun berat ujiannya.

Nah ada satu lagi permasalahan ketika ukhti-ukhti ini sudah mengenakan jilbab. Ada pandangan umum yang mengatakan seorang jilbabers ini adalah harus sosok yang lemah lembut, halus tutur katanya dan feminim. Dalam arti sesungguhnya. Dan seorang jilbabers itu tidak boleh begini tidak pantas begitu….hehehhe……..apa harus gitu ukhti?
Dan tahukah anda standar-standar seperti itu, terkadang menimbulakn beban bagi seorang akhwat? Berat lho ..akhirnya malah menyerah ndak jadi berjilbab.. kan kasihan jadinya.

Yah padahal jilbab bukan lakon sandiwara yang mengharuskan seorang akhwat menjadi orang lain saat memakainya. Padahal islam tidak menghapuskan karakter-karakter khas dari pemeluknya yang tidak bertentangan.

Saya pernah mengenal sosok ukhti atik…afwan ya mbak….tak sebut..hehehe…..saya yakin beliau seorang jilbabers sejati..namun gaya bicaranya lugas ceriwis dan kadang bila tidak sesuai dengan keyakinannya si lawan bicara akan dibuat syak……

Saya juga pernah mengenal sosok mbak nurhayati…..pertama kali kenal…dia langsung mengeluarkan hadits yang langsung menyentak hati ini…keras…..namun ketika mengenalnya lebih jauh ternyata hatinya selembut tutur katanya…..

Sosok jilbabers yang saya kenal sangat keras adalah ibunda saya….seorang guru yang dikenal muridnya seorang wanita yang keras pendirian dan tegas sifatnya…sangat tidak sesuai dengan standart diatas tadi…..jadi kenapa harus menjadi orang lain?

Nah luar biasa kan?.sangatlah konyol memaksakan diri menjadi orang lain setelah kita hijrah dengan berjilbab….

So keep istiqomah ya ukhti!!!!

-maroji` : agar bidadari cemburu padamu-



Selengkapnya ...

InsyaAllah

~ ~
Kalimat terpopuler di kalangan umat Islam, setelah salam (assalamu'alaikum), adalah insya-Allah. Kalimat ini diucapkan saat seseorang ingin melakukan sesuatu atau berjanji.

''Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu 'sesungguhnya aku akan mengerjakan esok,' kecuali (dengan mengucapkan) insya Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah 'mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.'' (QS Al-Kahfi: 23-24).
Secara literal, kalimat insya Allah berarti bila Allah menghendaki. Sayangnya, kalimat ini
kerap disalahgunakan. Ada dua bentuk penyalahgunaan. Pertama, insya Allah dipakai untuk menunjukkan janji yang longgar dan komitmen yang rendah. Insya Allah hanya pengganti dari kalimat, 'tidak janji deh.' Ini keliru sebab nama Allah SWT dijadikan sebagai pembenaran atas kemalasan menepati janji.

Kedua, segala tindakan ditentukan oleh Allah (fatalisme). Artinya, manusia tidak memiliki ruang kebebasan untuk bertindak. Paham ini tidak tepat karena Allah menganugerahi manusia kebebasan berkehendak. Bagaimana seseorang mempertanggungjawabkan perbuatan-perbuatan bila seluruh tindakannya ditentukan oleh Allah?

Sebenarnya, insya Allah memiliki falsafah yang mendalam. Pertama, dalam kalimat insya Allah tersimpan keyakinan yang kukuh, bahwa Allah SWT terlibat dan punya andil dalam segala tindak-tanduk manusia. Kesadaran akan kehadiran Allah SWT ini akan memupuk tumbuhnya moral yang luhur (akhlaq al-karimah).

Hanya orang-orang yang merasa dirinya senantiasa ditatap Ilahi saja yang akan mampu menjaga dari segala bentuk pelanggaran. Inilah yang disebut oleh Rasulullah SAW sebagai ihsan, yaitu, ''Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesunggguhnya Dia melihatmu.'' (HR Muslim).

Kedua, ekspresi kerendahhatian (tawadhu'). Seseorang yang memastikan diri bahwa besok akan bertindak sesuatu (sesungguhnya) terselip dalam relung jiwanya sifat kibr (sombong). Termasuk sikap, bahwa dirinya penentu segala sesuatu di masa depan tanpa ada peran Allah SWT. Seharusnya, orang yang berucap insya Allah adalah orang yang sadar bahwa Allah SWT selalu membimbing hamba-Nya.

Ketiga, perpaduan usaha dan penyerahan diri. Dalam kata insya Allah terkandung suatu ketidakpastian akan apa yang terjadi esok. Karenanya, keyakinan ini akan melahirkan motivasi, mempersiapkan secara sempurna hal-hal yang menciptakan kesuksesan dari yang direncanakan, serta memastikan apa yang akan terjadi seperti yang dikehendaki. (QS Al-Hasyr: 18).


Selengkapnya ...

Cantik ijinkan aku menunduk

~ ~
Demi Allah,
Aku tak tahu apa harus kukecam hawa nafsuku, atas cinta
Atau mataku yang menggoda, ataukah hati ini
Jika kukecam hati, ia berkata:
Gara-gara mata yang memandang!
Dan jika kuhardik mata, ia berdalih:
Ini kesalahan hati!
Mata dan hati telah dialiri darah,
Maka wahai Rabbi,
Jadilah penolongku atas mata dan hati ini.
(Kata-kata seorang penyair yang dikutip Syaikh `Abdul `Aziz Al Ghazuli dalam Gadhdhul Bashar).

Syaithan, kata Ibnu `Abbas, menempati tiga lokasi dalam diri seorang lelaki: pandangan, hati, dan ingatan. Sementara kedudukan syaitan dalam diri seorang wanita menurut Faqih-nya para sahabat ada pada: lirikan mata, hati dan kelemahannya. Luar biasa. Betapa semua titik lemah manusia telah diketahui syaitan!
Sungguh benar kemudian jika Ustadz Rahmat `Abdullah mengatakan bahwa di titik lemah ujian datang. Demi Allah, ada banyak laki-laki jujur yang akan mengakui bahwa titik lemahnya ada pada kecantikan wajah. Sejujur para istri bangsawan Mesir dimasa Yusuf.as yang mengiris jemarinya menyaksikan ketampanan membius. Cukuplah ungkapan keterpanaan mereka mewakili perasaan para lelaki, “…Haasyallaah, ini bukan manusia, ini malaikat mulia…” (Yusuf : 31).
Ditengah kejujuran itu biarlah kita merindu sosok-sosok yang pandangannya selalu tunduk, menyerusuk kedalam bumi. Walaupun ia menyimpan kekaguman pada kecantikan mahakarya Allah, tetapi kemampuan membedakan mana yang halal dan mana yang haram baginya telah mengajarkan kalimat, “Cantik, ijinkan aku menunduk!”.
Mari kita dengarkan bagaimana utsman bin thalhah dalam perjalanan mereka ke Madinah. Sungguh hanya Allah yang mengawasi mereka sepanjang 400 kilometer itu. Padahal Ummu salamah adalah salah satu wanita tercantik di Makkah, dan Utsman pun tergolong tampan. Ibnu Ishaq meriwayatkan fragmen ini, dalam penggalan kisah hijrah Ummu Salamah. Dan inilah yang dituturkan Ummu Salamah:
…’Utsman bin Thalhah bertanya padaku, “Hendak pergi kemana wahai putri Abu Umayyah?”
“Aku hendak menemui suamiku di Madinah”
“Tidak adakah seseorang yang menyertaimu?”
“Tak seorangpun, kecuali Allah dan anakku ini…”
“Demi Allah tidak selayaknya engkau dibiarkan seperti ini”, katanya. Lalu dia menuntun tali kendali unta dan membawaku berjalan dengan cepat. Demi Allah, aku tidak pernah bepergian dengan seseorang laki-laki dari kalangan Arab yang lebih santun dari dirinya.
Jika tiba di suatu tempat persinggahan, dia menderumkan unta,kemudian dia menjauh dan membelakangiku agar aku turun. Apabila aku sudah turun, dia menuntun untaku dan mengikatnya disebuah pohon. Kemudian ia menyingkir dan mencari pohon lain, berteduh dibawahnya. Jika sudah dekat waktunya melanjutkan perjalanan, dia mendekat kearah untaku dan menuntunnya. Sambil agak menjauh lagi dan membelakangiku dia berkata, “Naiklah!”
Jika aku sudah naik dan duduk dengan mapan didalam sekedup, dia mendekat lagi dan menuntun tali kekang unta. Begitulah yang senantiasa ia lakukan hingga ia mengantarku sampai ke Madinah. Setelah melihat perkampungan Bani Amr bin auf di Quba, dia berkata: “ Suamimu ada di kampung itu, Maka masuklah ke sana dengan barakah Allah.” Setelah itu ia membalikkan badan dan kembali ke Makkah.
Luar biasa. Terimakasih padamu wahai Utsman, yang telah mengajarkan pada kami akhlaq laki-laki sejati. Inilah spontanitas hati yang mampu membedakan yang halal bagi dirinya dan mana yang tidak.Akhlaq yang membuat syaitan menggigit jari. Akhlaq yang mengajari kita untuk berkata, “Cantik, ijinkan aku menunduk!”

Taken from : Nikmatnya pacaran setelah pernikahan-salim a. fillah



Selengkapnya ...

Kesehatan yang semakin jauh

~ ~
Fakta :

Ketika sesorang mulai merasa kurang enak badanya,kebanyakan yang pertama kali terlintas di kepalanya adalah. Saya harus ke dokter.

Dalam pandangan saya :

Cara berpikir terkerucut ini bukanlah suatu kesalahan, namun tak lebih adalah pola yang terbentuk dan image yang berhasil ditanamkan oleh kartel yang bergerak dibidang kesehatan. Mulai dari industry farmasi, institusi kesehatan dan individu-individu yang berkecimpung didalamnya.

Dimulai dari imunisasi yang sebenarnya adalah awal mula rantai ketergantungan itu dimulai. Imunisasi adalah memasukkan virus jinak atau yg telah dimutasi ke tubuh untuk melatih imun segera bereraksi dan membentuk antidote bila virus sejenis kembali datang kelak. Namun tahukah anda yang terjadi? Virus itu malah menjadi jaring-jaring yang menghalangi antibody tubuh untuk segera bereaksi ketika virus sejenis datang.

Hal ini malah menyebabkan si penerima virus itu menjadi rentan terhadap virus apapun yg kemudian masuk. Dan ujung rantai itupun telah dibuat simpulnya. Sehingga kartel itu akan semakin berkembang dengan semakin larisnya obat-obatan kimia.

Hingga penanaman image bahwa dokterlah satu-satunya jawaban bagi segala macam sakit telah terbentuk.
Dari apa yang saya simpulkan :

Kaidah kesembuhan yang diajarkan Rasulullah dalam kitab Thibbun nabawi adalah
1. Kesembuhan dimulai dari hati
2. Kesembuhan dilanjutkan dengan pengobatan jasad
3. Kesembuhan dicapai bila obat telah sampai kepada penyakit.

Hati, adalah factor paling menentukan dimana kesembuhan bisa tercapai. Sehatkan dulu hatinya baru tangani jasadnya. Apakah ada penelitian yang menyebutkan ternyata ada kaitan antara hati (ruh/kemauan/sugesti) dan jasad? Saya kira sudah ada. Dan bagaimana penelitian itu menyebutkan bahwa korelasi antara hati dan jasad ini sangatlah erat. Bila hati tenteram damai dan selalu selaras dengan kehendak Penciptanya maka organ-organ tubuh didalamnya juga akan bereaksi normal berfungsi seharusnya. Namun apabila hati berada dalam kondisi sebaliknya percayalah bahwa setiap organ ditubuh akan kacau tidak seirama dan tidak harmonis sehingga menimbulkan banyak celah bagi penyakit untuk datang.maka kenapa menjadi hal penting bagi seorang therapist untuk menyembuhkan hati pasiennya terlebih dahulu sebelum menyentuh jasadinya.

Pengobatan jasadi sangatlah banyak dan beragam bentuk dan rupanya. Namun 1 yang menjadi patokan adalah apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Urutannya adalah.

1. Madu (Herba)
2. Bekam
3. Kay (menempelkan besi panas pada sumber penyakit)

Untuk point ke-3 Rasul paling membencinya karena disamping ada unsure penyiksaan juga meninggalkan bekas yang tidak bisa hilang.

Pahamilah urutan kaidah penyembuhan ini saudaraku. Penggunaan Madu (Herba) dalam hal ini sangatlah luas maknanya. Namun 1 yang jelas tiada obat yang diturunkan Allah ke dunia ini untuk penyakit apapun yang dikemas dalam takaran Haram. Semua obat adalah halal. Hanya saja orang sering menafsirkan bahwa bila dalam keadaan terjepit yg halal pun boleh. Ini adalah pemahaman yang salah.

Bekam adalah sebaik-baik cara pengobatan yang ada dimuka bumi ini. Perintah bekam sama halnya dengan perintah ibadah wajib selain shalat. Disampaikan langsung oleh malaikat ketika Rasul sedang isra` mi`raj. Sehingga mengingat manfaatnya sangatlah besar bagi kesehatan manusia. Nasehat penghuni langit bagi penghuni bumi.

Bila ilmu kedokteran disandingkan dengan ilmu bekam, maka perbandingan paling logis adalah bahwa selayaknya orang awam yang dihadapkan kepada seorang ahli kesehatan. Mengingat betapa besar manfaat bekam, namun sayang para muslim sendiri meninggalkannya dan bahkan menganggap ini adalah pengobatan kuno.

Saatnya membuka cakarawala berpikir anda, bahwa dokter bukanlah juru selamat, dokter bukanlah pembawa sehat. Allahlah segala jawaban dari pertanyaan manusia, melalui Allahlah segala keluhan bisa dipastikan teratasi.
Bila ada pepatah mengatakan bahwa semua yang ada didunia ini adalah relative maka perintah bekam adalah jawaban mutlak bagi kesehatan.

Masihkah ada begitu banyak pertimbangan?
Selengkapnya ...

Catatan seorang pria

~ ~

Tahukah engkau kenapa saya suka wanita yang berjilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini, mulai keluar dari pintu rumah hingga masuk ke dalam rumah lagi. Dan boleh engkau tahu? Di tempat kerja saya, sering ke lapangan sebagai kurir pengantar surat. Ketika di jalanan kearah manapun saya memandang selalu membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat mata saya tenang, yaitu mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.



Melihat ke depan, ada perempuan berlenggok dengan seutas Tank top. Menoleh ke kiri, pemandangan “pinggul terbuka”. Menghindar ke kanan, ada sajian “celana ketat plus you can see”. Balik ke belakang dihadang oleh “dada menantang”. Astaghfirullah, kemana lagi mata ini harus memandang?



Kalau berbicara tentang nafsu, jelas saya suka. Hal seperti diatas, itu mah kurang merangsang. Tapi sayang, saya tidak ingin hidup ini dibalut oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata, tapi sebagai sosok yang anggun mempesona. Dan kalau dipandang, bikin sejuk dimata. Bukan paras yang membuat mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran ngeres dan hatipun menjadi keras.



Andai saja wanita mengerti apa yang dipikirkan seorang laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi.kecuali, bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki dengan aset berharga yang mereka punya.



Betapa tersiksanya menjadi lelaki di jaman sekarang ini. Penyiksaan mata sehari penuh tiada henti, saya ingin protes tapi mau protes kemana? Apakah saya harus menikmatinya? Tapi saya sungguh takut dengan Dzat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti saya akan mempertanggung jawabkannya?



Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". (An:nuur:30-31)



Jadi tak salah kalau saya lebih memilih berduduk lama didalam ruangan kecil ini, bergelut dengan kertas dan menatap layar computer, menyerap sekian juta electron yang terpancar dari monitor.saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tidak bisa mempertanggung jawabkan nantinya.. jadi tak salah juga kan kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian?



Maafkan aku mataku?............

Bukannya aku jahat terhadapmu

Namun karena kaulah jendela hatiku

Demi hatiku maka terimalah nasibmu menjadi mata.....

Selengkapnya ...
 
© 2009 - Masichang
Masichang is proudly powered by Blogger