Cara Saya Menikmati Secangkir Kopi

Coffee map
Kopi, siapa yang tak mengenal kopi? Hampir setiap orang tahu minuman yang dulunya dikelompokkan dalam jenis minuman berkhasiat penambah kekuatan seperti asal mula nama kopi dalam bahasa Arab yaitu Qahwah. Kopi sebagai minuman berkhasiat ini pertama kali dicoba-coba diminum oleh bangsa Ethiopia menurut beberapa literatur sekitar 3.000 tahun yang lalu (kayaknya barengan ama setting waktu film 10.000 BC deh).

Di Indonesia sendiri Kopi sudah ada tapi sejak kedatangan Belanda Kopi mulai menjadi komoditi, tercatat pertama kali bangsa Belanda yang pertama kali memulai perkebunan kopi di Jawa Barat. Sejak saat itulah kopi mulai meracuni bangsa Indonesia sekitar tahun 1653 M, namu kala itu kopi hanya menjadi minuman para kompeni dan tuan-tuan tanah. Kopi masih menjadi barang yang tak tersentuh dikalangan masyarakat.
Sekarang? Jangan Tanya…. Di setiap sudut pasti menemukan kopi, di warung-warung kecil hingga di café-café borjuis kopi menjadi salah satu menu yang disuguhkan. Mulai dari kopi kasta terendah di warung-warung hingga kopi berpangkat panglima bisa didapatkan kini.

Bagi bangsa Arab setelah masuknya Islam kopi dianggap sebagai minuman pengganti arak kala itu. Dimana islam melarang umatnya mengkonsumsi minuman yang memabukkan, alih-alih meninggalkan minuman memabukkan pemeluk islam arab kala itu beralih ke kopi yang tidak memabukkan namun masih meninggalkan efek ketagihan. Efek samping yang berbeda dimana arak memabukkan dan kopi justru memberi kekuatan menjadikan semakin hari kopi semakin popular.

Bagi masyarakat Indonesia saat ini berkembang pemahaman bahwa kopi adalah minuman yang mampu membuat mata tetap terjaga. Tak bisa dipungkiri memang, bahwa kopi menagndung kafein yang mampu mempercepat degub jantung sehingga tubuh selalu terjaga. Setidaknya salah satu poin yang dijabarkan dalam penelitian yang dilakukan oleh ibnu sina terhadap kopi, dan penelitian beliau tercatat sebagai penelitian pertama terhadap seluk beluk kopi.

Namun sayang banyak juga salah kaprah yang terjadi di masyarakat terhadap cara pengolahan kopi, tentu saja masyarakat yangs aya maksud adalah masyarakat Indonesia yang kebanyakan pengolahan kopi adalah terjadi secara turun temurun. Karena hal itu pula lah dalam masyarakat tidak ada variasi dalam tata cara pengolahan kopi yang benar sehingga didapat aroma dan rasa kopi yang maksimal. Mereka mungkin belum mengetahui secara gamblang namun yang pasti dalam masyarakat pengolahan kopi konvensional dengan cara kopi yang dicampur gula dan kemudian diseduh dengan air panas adalah telah mendarah daging. Apabila diperkenalkan cara berbeda bagi mereka, mereka akan berdalih bahwa pengolahan dengan cara itu adalah yang paling mampu memuaskan hasrat mereka akan kopi. Sebenarnya masih banyak cara yang mampu menonjolkan rasa kopi.

Bukan Promosi loh ya, tapi di dalam buku ini saya belajar banyak tentang cara dan alat alat yang digunakan untuk mengolah kopi hingga sesuai dengan selara yang kita miliki.
cover book
Sebenarnya tak ada yang salah dalam penyeduhan kopi secara konvensional karena mungkin memangs elera masyarakat Indonesia secara turun temurun memang sudah mengakar kuat dengan cara penyeduhan langsung tersebut. Tak bsia disalahkan bila hal itu akan mempengaruhi bagaimana cara menikmati kopi, karena menikmati kopi itu adalah pemenuhan hasrat personal. Setiap penikmat kopi tak harus sama, hanya saja bukankah lebih baik mengenal lebih banyak cara menyeduh kopi.

Di dalam buku itu juga dijelaskan bagaimana mendapatkan kopi yang istimewa kondisinya yang juga menjadi kesalahan mendasar para penikmat kopi di Indonesia ini setidaknya di banyak tempat karena di beberapa kota besar para penikmat kopi telah mengetahui bagaimana tata cara penyimpanan kopi dan pengolahan kopi yang baik.

Di banyak tempat yang menyediakan atau menjual kopi mereka menjual kopi dalam bentuk bubuk, parahnya lagi mereka tidak mengemasnya dalam wadah kedap udara. Hal ini membuat aroma kopi hilang seketika, menjadikan kopi yang diseduh tidak lagi memberikan aroma pembangkit selera. Bahkan juga akan mempengaruhi rasa, apa pasal? Kopi yang sudah digiling dan telah menjadi bubuk sangat mudah menyerap bau disekelilingnya (bisa jadi ini sebab nenek saya selalu berpesan untuk menaburkan bubuk kopi di sudut rumah kali ya?) sehingga ketika bubuk kopi yang telah menyerap aroma disekelilingnya ini diseduh akan memberikan aroma dan rasa dari bau yang diserapnya, dan rasa kopi aslinya akan hilang tak berbekas.

Kalau yang kita miliki adalah kopi yang berharga murah ah biarkan saja, namun alangkah ruginya bila kita membeli kopi yang berharga tinggi namun aroma dan rasanya tak sebanding dengan harganya. Lebih mengenaskan lagi bila itu disebabkan karena ketidak tahuan kita akan tata cara penyimpanan kopi.

15 menit pertama adalah waktu yang dimiliki kopi bubuk untuk mempertahankan aroma aslinya, dalam kondisi kedap udara hanya 1 bulan waktu yang diperlukan kopi bubuk untuk mempertahankan kualitas terbaiknya. Maka cara terbaik menyimpan kopi adalah dengan mempertahankannya dalam kondisi biji, lebih mudah dalam hal penyajian bila biji tersebut sudah dalam keadaan matang (sangrai atau oven) dan menyimpannya dalam wadah kedap udara sehingga waktu yang dimiliki kopi dalam mempertahankan kualitasnya menjadi semakin panjang, setidaknya 6 bulan kedepan kopi masih dalam keadaan fresh. Siap digiling untuk langsung diseduh saat itu juga, kopi yang diseduh dalam keadaan fresh memiliki ciri akan mengeluarkan busa dengan sendirinya tanpa harus dishake atau di blender.
vietnamesse drip
Ada banyak cara menikmati kopi, yang paling popular adalah dengan di espresso, namun sayangnya espresso bagi sebagian orang adalah cara yang tak terjangkau karena mahalnya mesin espresso. Sehingga pilihan untuk menyeduhnya secara konvensional menjadi cara yang murah untuk dilakukan sambil dishake di dalam sebuah termos antipanas, jadilah espresso sederhana tanpa menggunakan mesin. Bila anda menyukai komposisi kopi yang ringan anda bisa mencoba cara dengan teknik Vietnam drip atau French press, tetap menggunakan alat namun masih sangat terjangkau bagi penikmat kopi kebanyakan. Hasil diberikan dengan cara ini adalah kopi dengan komposisi ringan tidak terlalu kental namun masih menyimpan rasa dan aroma kopi yang nikmat.
french press
Masih banyak cara mengolah kopi yang ada dibelahan dunia ini, 3 diantaranya diatas adalah yang pernah saya lakukan untuk mendapatkan cara pengolahan kopi yang nikmat. Neapolitan, cold water, vacuum, percolator, Turkish adalah beberapa cara dalam pengolahan kopi yang dilakukan namun saya belum pernah mencobanya. Yang tak kalah penting dari cara pengolahan juga komposisi yang dicampurkan di dalam penyeduhan kopi. Ini lebih personal lagi, karena lidah setiap orang berbeda, selera setiap orang sangat berbeda bahkan rasa dan aroma dari jenis kopi juga menjadi alasan pemilihan kopi.

Bagi saya kopi adalah cara menikmati rasa, sehingga merusaknya dengan menambahkan banyak gula adalah cara yang paling dibenci lidah saya. Saya sering menambahkan bubuk kayu manis atau jahe merah ke dalam seduhan kopi saya, dan sedikit garam untuk mengurangi kepahitan rasanya. Ini adalah cara saya tidak harus sama dengan penikmat kopi yang lain. Karena menikmati kopi adalah personal bagi masing masing pecintanya. Dan cara saya diatas sangat cocok dengan aroma dan rasa kopi Toraja Kalosi yang disangrai dengan kematangan medium (medium roast).

Mari kita nikmati pagi dengan secangkir kopi seduhan kita sendiri, mate!

12 komentar:

  1. sebagai penikmat kopi..saya mendapat ilmu baru dari artikel ini, memang kopi bisa neyerap bau...namun kopi nikmat bagi saya adalah saat minum kopi di kampung dengan kopi segar yg baru saja digiling sehingga baunya memenuhi udara mewangikan rongga dada....baunya saja sudah enak...apalagi saat kopi disajikan dengan sepiring pisang goreng..... salam :-)

    BalasHapus
  2. banyak sekali khasiat secangkir kopi.. tapi saya tidak boleh minum kopi, nanti bikin pusing kepala dan mengantuk..

    BalasHapus
  3. @BlogS Of Hariyanto mari saling berbagi ya pak, terima aksih telah berkunjung dan... iyak segelas kopi dan gorengan disore hari itu adalah surga.. hehe

    BalasHapus
  4. @Mizz Aiza (Dunia Kecil) kalau efek kopinya bisa bikin pusing dan ngantuk, coba kopinya dicampur sama tanaman tebu gajah. kata wan haji ismail yang pemilik kilang HPA itu ampuh untuk menetralkannya...

    BalasHapus
  5. aku selalu iri dengan orang yang bisa minum kopi. aku gak bisa minum kopi krn maag jadi gak tau cara menikmati kopi, paling emut permen kopi saja :p

    BalasHapus
  6. @Ayu Citraningtias jadi masalahnya maag ya mbak?

    try this tips : setiap pagi hari sebelum makan atau minum apa apa setelah bangun tidur, rutinkan minum sesendok madu, kumur dengan ludah yang masih bau itu.... every day.

    madu dan ludah membantu lambung untuk membentuk lapisan mukosa baru yang akan melindungi dinding lambung saat asam lambung tinggi... (penjelasan ilmiahnya).

    pas gejala maagnya dah ilang, baru deh ngopi lagi.. hehehe

    BalasHapus
  7. @BlogS Of Hariyanto sepakat banget bang, haha jadi pengin pulang kampung

    BalasHapus
  8. iya bener banget sama kaya komentar di atas, saya anti banget sama kopi,, saya suka kambuh maagh nya, bahkan kalo udah minun kopi saya langsung mual2

    BalasHapus
  9. Saya paling suka kopi item (kopi tubruk) tapi gak suka kopi sachet (kopi instan) kurang enak menurut saya..hehe

    BalasHapus
  10. @vina devinaberarti yg bermasalah bukan kopinya tapi lambungnya.. hehee

    BalasHapus
  11. @Irwan Sukma nah ini cirikhas kopiholic juga inih.. hehehe selamat bergabung

    BalasHapus

Jangan sungkan menuliskan segala sesuatu, maka sampaikan walau pahit. insyaALlah lain waktu saya akan berkunjung balik.